From a Teacher

I can open up just about any news source and click on yet another manifesto about how teachers are exhausted, schools are failing, or parents don’t parent. But there is no other job I'd rather have than teaching right now. ~ Paul Barnwell~

Penuh Perhatian – Attentiveness

Latar Belakang

Dalam beberapa acara formal atau informal yang pernah saya hadiri, saya selalu menemukan hal-hal yang lucu. Salah satunya adalah ketika seseorang sedang berbicara di depan, biasanya orang-orang yang duduk di deretan bangku belakang atau tengah akan sibuk ngobrol sendiri sehingga mereka tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang yang sedang berbicara di depan.

Atau ketika ada sesi tanya jawab, pertanyaan yang sudah ditanyakan eh, ditanya lagi oleh peserta yang lain. Atau ketika ada diskusi dan tanya jawab antar peserta, apa yang dijawab seringkali bukan apa yang ditanya. Atau apa yang sudah dijelaskan oleh pembicara ditanya lagi.

Mengapa ini terjadi? Lacking of attentiveness! Tidak memperhatikan! Tidak memberi perhatian yang penuh kepada orang yang berbicara.

Bukankah itu juga terjadi di kelas?

Perhatikan bagaimana guru bercuap-cuap menerangkan suatu pelajaran di depan kelas. Sebagian anak ada yang mengobrol, sebagian lagi mungkin mendengarkan tetapi tidak memperhatikan, bisa jadi pikiran mereka sedang menerawang jauh keluar kelas, keluar sekolah atau bahkan keluar kota. Sehingga bisa ditebak, mereka sudah pasti tidak memahami pelajaran tersebut dan ketika mengerjakan tugas, bolak-balik bertanya kepada guru mengenai apa yang harus dilakukan untuk tugas tersebut.

Atau guru harus berteriak-teriak supaya kelasnya tenang. Tone suara guru harus selalu 3 oktaf lebih tinggi dari suara normalnya atau suara murid2nya akan menneggelamkan suara sang guru.

Sounds familiar ya?

Pertanyaan saya; Anda masih mau murid2 anda berkelakuan seperti itu? Apakah anda sudah cukup merasa lelah harus berulang-ulang menyampaikan instruksi hanya karena murid anda tidak memperhatikan anda berbicara. Bayangkan anda punya 20 murid di kelas, dan duapuluh2 nya berdatangan ke meja anda untuk menanyakan cara mengerjakan tugas tersebut!

Apa yang salah?

Mereka tidak punya karakter Attentiveness atau penuh perhatian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

House of Favor

Christian Child Care in Bogor

L A E L Learning Center

TEACH. SERVE. SHARE. LEARN. GROW.

Lael Learning Centre

Where everybody learns

%d bloggers like this: