From a Teacher

I can open up just about any news source and click on yet another manifesto about how teachers are exhausted, schools are failing, or parents don’t parent. But there is no other job I'd rather have than teaching right now. ~ Paul Barnwell~

Astaga, Koreksian Lagi! – Tips Bagi Para Guru

Begitu sekolah bubar, setumpuk atau bahkan beberapa tumpuk koreksian menunggu di meja sang wali kelas. Mulai dari buku paket,  latihan menulis, berhitung sampai kertas-kertas gambar anak-anak. Ini membuat sang guru harus makan siang dengan cepat supaya ia punya waktu untuk mengoreksi dan mempersiapkan materi ajar untuk keesokkan harinya.

Dulu saya paling muak melihat koreksian menumpuk di atas meja. Saya tahu persis bahwa saya akan menghabiskan setidaknya 30 menit untuk memeriksa koreksian tersebut satu-persatu, belum lagi jika jumlah siswa berjumlah hampir 20 orang. Semakin banyak koreksian, makin sore saya pulang.

Biasanya sementara saya sibuk mengoreksi latihan-latihan tersebut satu per satu, seringkali saya merasa tertekan melihat hasil kerja murid yang banyak kesalahannya. Saya jadi bertanya, apakah anak ini sudah paham dengan konsep yang tadi diajarkan? Atau dalam latihan menulis, tulisannya lari kemana-mana dan keluar garis. Apakah mereka akan siap untuk pelajran berikutnya?

Ada beberapa tips kecil yang ingin saya bagikan kepada guru-guru, terutama guru-guru PAUD. Hal-hal ini mungkin kelihatan kecil dan kurang penting, tapi mampu mengubah kondisi di atas.

  1. Ubah waktu pengoreksiannya. Yaitu tepat ketika mata pelajaran tersebut sedang berlangsung. Sementara anak-anak mengerjakan latihan, pastilah beberapa anak ada yang sudah selesai terlebih dahulu.
  2. Minta mereka berbaris mengantri di tepian meja Anda. Ambil waktu untuk mengoreksi satu per satu pekerjaan yang diserahkan anak. Minta anak menunggu di samping Anda sementara Anda mengoreksi pekerjaannya.
  3. Nah, ketika kita mengoreksi, kita sering memberi tanda Χ  jika jawaban salah dan tanda √  jika jawaban benar. Menurut saya, guru tidak perlu memberi tanda silang jika ada jawaban yang salah. Cukup memanggil anak untuk memperbaiki di bangkunya sendiri. Jika anak tersebut sudah selesai, minta dia kembali ke meja Anda dan menyerahkan hasil kerja yang sudah diperbaiki. Lalu guru bisa melanjutkan memeriksa pekerjaan anak selanjutnya. Namanya juga latihan, pasti ada yang salah. Jika ada yang salah maka harus segera diperbaiki supaya anak-anak bisa langsung belajar memperbaiki jawaban yang salah.

Apa saja keuntungannya?

  • Anak-anak yang belum memahami konsep pelajaran akan langsung terdeteksi saat itu juga tanpa harus menunggu sampai besok  bahkan guru bisa langsung mengintervensi dan menyelesaikannya pada saat itu juga. Tidak perlu menunda sampai esok.
  • Anda tidak perlu menumpuk koreksian sampai kelas berakhir. Sehingga waktu Anda yang berharga bisa dipakai untuk istirahat sejenak dan mempersiapkan pelajaran untuk esok hari.

Hal kecil yang sangat sepele tapi sangat menolong jika kita mengerjakannya.

Silahkan dicoba!

~M~

Picture courtesy of  http://rollingroots.blogspot.com/  and http://www.apa.org/ed/schools/cpse/index.aspx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 30, 2012 by in Uncategorized and tagged , , , .
House of Favor

Christian Child Care in Bogor

L A E L Learning Center

TEACH. SERVE. SHARE. LEARN. GROW.

Lael Learning Centre

Where everybody learns

%d bloggers like this: