From a Teacher

I can open up just about any news source and click on yet another manifesto about how teachers are exhausted, schools are failing, or parents don’t parent. But there is no other job I'd rather have than teaching right now. ~ Paul Barnwell~

Hari Pertama Sekolah – Tips Bagi Para Orang Tua


Kelas yang penuh dengan tangisan anak-anak, orang tua dan pengasuh yang sibuk menenangkan anak-anaknya, guru-guru yang terlihat bingung dengan suasana kelas yang gaduh. Demikianlah kurang lebih pemandangan hari pertama sekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak  (Kindergarten) atau Kelompok Bermain (Preschool) di Jakarta.

Hari pertama bersekolah tentunya dialami oleh semua orang. Nah, bagaimana jika yang mengalaminya adalah anak-anak usia dini?

Ada kalanya kita perlu berempati dengan si cilik. Ia baru saja menempuh kehidupan pertamanya selama kurang lebih dua sampai tiga tahun. Satu-satunya lingkungan yang ia kenali hanyalah keluarga; mama, papa dan termasuk di dalamnya pengasuh.

Tiba-tiba sesuatu yang luar biasa terjadi dalam hidupnya tanpa ada seseorang pun yang memberi tahu sebelumnya; ia pergi ke suatu tempat yang asing, bertemu dengan wajah-wajah yang belum pernah ia lihat sebelumnya dan betapa terkejutnya dia mengetahui bahwa ia ditinggal sendiri bersama orang-orang asing ini! Mama, papa bahkan pengasuhnya juga semua meninggalkannya di ruangan itu. Bayangkan hal pertama yang ia rasakan pada saat itu: bingung, marah dan sedih bercampur aduk.

Separation anxiety

Tidak, saya tidak bermaksud menyarankan anda untuk membatalkan  rencana anda menyekolahkan anak anda. Tapi saya hanya ingin memberikan beberapa tips kepada anda, para orang tua, persiapan apa saja yang perlu kita lakukan sebelum si kecil bersekolah dan ketika ia memasuki masa pra-sekolah.

  1. Ekspos anak terlebih dahulu dengan dunia sekolah. Ini bisa dilakukan dengan membacakan cerita-cerita dari buku yang bertemakan sekolah atau ceritanya berisi tentang anak yang pergi ke sekolah. Ceritakan dengan penuh semangat, gembira dan positif. Perlihatkan pada si kecil hal-hal menyenangkan apa saja yang bisa anak-anak ini lakukan di sekolah. Berikan contoh-contoh dalam keluarga, siapa saja yang dulu juga bersekolah di TK atau Kelompok Bermain (misalkan Papa dulu juga sekolah di TK, kakak dulu juga sekolah di Kelompok Bermain, dsb).
  2. Bawa anak anda mengunjungi beberapa sekolah. Perlu diketahui ini bukan berupa trial class. Biarkan anak anda melihat dan mempelajari lingkungan sekolah beberapa saat. Ia hanya perlu melihat dari luar kelas, lapangan bermain, melihat ibu guru dan anak-anak seusianya.
  3. Lakukan tiruan beberapa kegiatan sekolah di rumah. Contohnya, menggambar, membaca buku, dsb. Setiap kali anda selesai melakukan kegiatan tersebut beritahu kepada si kecil bahwa di sekolah ia bisa melakukan kegiatan ini lebih sering dan lebih banyak pilihan yang bisa ia lakukan di sekolah. Selalu tunjukkan ekspresi bahagia, positif dan bersemangat.
  4. Trial Class. Setelah anda memutuskan sekolah yang terbaik  untuk si kecil, ajaklah dan damping dia untuk mengikuti trial class selama dua atau tiga hari. Jangan lupa untuk memperkenalkan dia dengan guru kelasnya kelak. Biarkan ia mengobservasi kelas selama beberapa hari dan terlibat dalam kegiatan kelas. Perlu diingat agar anda jangan meninggalkan dia sendirian di kelas, selalu dampingi dia.
  5. Ajak dia berbicara mengenai sekolah. Tanyakan dan bicarakan mengenai perasaannya dan apa saja yang ia lihat dan alami ketika ia ada di sekolah. Lakukan terus kegiatan di point no 1 dan 3 terus menerus.
  6. Dampingi si kecil di hari pertama. Umumnya taman kanak-kanak memperbolehkan orang tua mendampingi anak-anaknya di minggu pertama sekolah. Ini masa yang sangat krusial bagi anak anda, maka anda perlu mendampingi dia seharian penuh. Di masa ini, anak anda akan mulai perlahan-lahan beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun rasa percaya terhadap guru kelasnya. Selama berada di kelas disarankan agar anda hanya mendampinginya, dengan kata lain biarkan sang guru perlahan-lahan ‘mengambil hatinya’ dengan cara berbicara, bermain dan membantu memenuhi kebutuhannya di kelas. Anda bisa membawa buku atau majalah untuk dibaca, sebisa mungkin kurangi kontak komunikasi dengan si kecil selama berada di kelasnya. Biarkan peran anda sebagai orang tua perlahan-lahan diambil alih oleh sang guru. Anda pun perlu membangun rasa percaya terhadap sang guru.
  7. Jangan berbohong. Biasanya di minggu kedua sekolah mulai memberlakukan kebijakan yang berupa keberadaan anak di kelas tidak diperkenankan untuk ditemani oleh orang lain selain gurunya. Dengan kata lain, anda tidak lagi diperbolehkan mendampinginya. Beritahu kepadanya bahwa mama, papa atau pengasuh tidak diperbolehkan ada di sekolah. Katakan bahwa anda akan mengantar sampai ke gerbang sekolah setelah itu bu guru yang akan menjaganya. Jangan berbohong dengan cara menemani dia ke kelas dan setelah kelas berlangsung diam-diam anda menyelinap keluar kelas ketika ia lengah dan meninggalkannya. Jika anda berjanji kepada si kecil bahwa anda akan berada di ruang tunggu sekolah selama ia belajar, maka anda harus menepati kata-kata anda dan jangan tiba-tiba pergi meninggalkan sekolah. Jika anda harus segera  pergi meninggalkan si kecil setelah mengantarnya ke gerbang, maka anda harus mengatakan kepadanya bahwa anda tidak bisa tinggal di sekolah dan harus segera pergi, tetapi berjanjilah bahwa anda akan menjemputnya atau orang lain yang akan menjemputnya dan akan bertemu lagi di rumah. Jangan berbohong kepada si kecil karena itu mengancam rasa percayanya kepada anda dan ia tidak lagi merasa secured. Walaupun setelah berkata jujur si kecil tetap menangis, yang paling penting ialah menunjukkan bahwa apa yang anda katakan kepadanya, itulah yang akan anda perbuat.

Biasanya anak memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Proses adaptasi akan berlangsung efektif jika orang tua dan guru menunjukkan konsistensi yang jelas.

Pada akhirnya masa-masa sulit itu akan lewat dan sebelum anda menyadarinya, anak-anak anda telah tumbuh, bereksloprasi dan memiliki waktu-waktu yang menyenangkan di sekolah. Terus dukung dia dalam masa perkembangannya di sekolah dan jangan jemu-jemu berkomunikasi dengan guru kelasnya. Have fun at school!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 22, 2012 by in Tips and tagged , , , , .
House of Favor

Christian Child Care in Bogor

L A E L Learning Center

TEACH. SERVE. SHARE. LEARN. GROW.

Lael Learning Centre

Where everybody learns

%d bloggers like this: