From a Teacher

I can open up just about any news source and click on yet another manifesto about how teachers are exhausted, schools are failing, or parents don’t parent. But there is no other job I'd rather have than teaching right now. ~ Paul Barnwell~

Si Kancil Yang Mencuri – Korupsi atau Hypocrisy?

Masih segar di ingatan kita kegaduhan di media dan di masyarakat perihal KPK VS Polri. Sedang gencar-gencarnya bangsa ini berperang melawan korupsi. Tetapi apakah kita benar-benar sudah memeranginya?

Saya ingat persis beberapa tahun yang lalu, waktu  saya bercerita kepada murid-murid TK tentang kancil yang mencuri timun di kebun Pak Tani. Si Kancil dengan mudahnya melarikan diri dan lepas dari konsekuensi perbuatannya. Atau cerita dimana si kancil berhasil menipu harimau, sehingga harimau mati di sungai, lalu kancil pulang sambil tertawa senang.

Saya kemudian berpikir kembali…. apakah benar saya ingin murid-murid saya menjadi seperti si kancil? Jelas sekali perilaku si Kancil tidak benar. Tetapi kita sudah mengajarkan anak-anak untuk bertepuk tangan dan bergembira melihat Kancil terbebas begitu saja dari hukuman. Lalu sekarang kita marah dengan tingkat korupsi yang merajalela.

Saya berhenti dan  memutuskan untuk tidak melanjutkan cerita Si Kancil. Ketika memandang anak-anak ini, impian saya melayang jauh. Saya ingin mereka menjadi manusia yang jujur, bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya, mengahrgai setiap orang dan tidak berbahagia diatas penderitaan orang lain. Entah kenapa, mata saya mulai terbuka.

Saya harus menanamkan hal-hal yang benar mulai dari sekarang, mulai dari dalam kelas ini tanpa kompromi.

Tetapi tentu tidaklah cukup dengan memilih dongeng atau cerita yang memiliki pesan moral yang baik untuk dibacakan di kelas, saya pun harus menjadi contoh atau role model bagi anak-anak ini. Sederhananya, saya harus menjadi orang yang memegang janji, bersih, jujur, rendah hati sebelum saya mengajrkan nilai-nilai ini kepada mereka.

Apakah kita masih ‘berdamai’ dengan polisi ketika kita ditilang di jalan raya? Apakah anda masih memberikan  budget untuk menyogok aparat demi kemenangan proyek anda dalam tender? Apakah Anda masih membayar sejumlah uang kepada staf diknas supaya akreditasi sekolah berjalan lancar?

Saya rasa, tentu keyakinan kita harus sejalan dengan perbuatan kita, atau kita harus menyandang gelar Hypocrete. Suatu keberhasilan bukanlah kesuksesan jika tidak ditemukan kejujuran di dalamnya. Anda setuju?

Agama kita hanya menyarankan perbuatan-perbuatan baik yang sudah diapprove oleh yang mahakuasa, tetapi untuk berbuat baik adalah pilihan kita sendiri. Ingat, sekalipun tidak ada seorangpun yang melihat perbuatan kita yang jahat, tetapi bukankah mata Tuhan ada dimana-mana? Dan bukankah kita seharusnya lebih takut kepada Beliau dibandingkan segala penguasa?

Nah, pada suatu hari si Kancil melewati kebun Pak Tani, dan dia sangat tergiur melihat timun-timun yang segar yang ditanam Pak Tani. Kancil bergegas menuju rumah Pak Tani, lalu mengetuk pintunya. “Pak tani, Apakah aku boleh meminta satu buah timun dari kebunmu? Aku lapar sekali dan timun Pak Tani terlihat sangat enak untuk dimakan. Bolehkah aku minta satu Pak?”

~M~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 21, 2012 by in Character Buiding and tagged , , , , .

Navigation

House of Favor

Christian Child Care in Bogor

L A E L Learning Center

TEACH. SERVE. SHARE. LEARN. GROW.

Lael Learning Centre

Where everybody learns

%d bloggers like this: